Senin, 23 Januari 2017

teks beita oleh Lauranty Forina



Nama: Lauranty Forina
Kabut Asap Tanggung Jawab Pemerintah atau Rakyat?
Desember 2015, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, Indonesia kembali mendapatkan bencana kabut asap yang melanda sebagian wilayah di Indonesia, salah satunya di Kalimantan Timur. Kabut asap ini disebabkan oleh hutan yang terbakar. Pelaku pembakaran hutan ini belum diketahui dengan pasti, tetapi jika dilihat dari lokasi dimana titik api berada, hutan yang terbakar tersebut milik perusahaan kelapa sawit, pembakaran ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran biaya pemangkasan hutan gambut yang ingin dijadikan sebagai lahan kelapa sawit.
Semakin hari titik api semakin banyak, ini menyebabkan kabut asap menjadi semkain tebal. Berbagai macam gangguan dan ancaman bagi kelangsungan hidup manusia mulai bermunculan. Dalam bidang kesehatan, kabut asap dapat menyebabkan berbagai penyakit yaitu iritasi pada mata, radang tenggorokan, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sebanyak 42.852 jiwa terpapar penyakit ISPA, 5 diantaranya meninggal dunia. Di bidang pendidikan, banyak sekolah yang meliburkan muridnya untuk menghindari semakin banyaknya udara kotor yang terhirup. Masalah juga timbul dalam lalu lintas kota. Jarak pandang yang hanya 50 meter menyebabkan para pengendara harus menyalakan lampu utama  untuk menghindari kecelakaan. Tidak hanya lalu lintas darat, kabut asap ini juga mengganggu jadwal penerbangan di bandara Syamsudin Noor. Sekitar 8 penerbangan terpaksa ditunda keberangkatannya, dan juga banyak nelayan yang tersesat akibat kabut asap yang menggaggu penglihatan. Banyak cara dilakukan masyarakat untuk menghindari penyakit akibat kabut asap, salah satunya adalah menggunakan masker. Para relawan setiap harinya menghabiskan 200 pak masker yang akan dibagikan kepada masyarakat. Selain menggunakan masker, sebagian masyarakat membeli tabung oksigen di apotek sebagai persediaan oksigen untuk bernapas. Pemerintah terus berupaya memadamkan titik api dengan melakukan penyiraman air dari udara menggunakan helikopter. Para negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Australia ikut membantu memadamkan api dengan cara mengirimkan helikopter untuk membantu melakukan penyiraman. Akibat kabut asap ini Indonesia mengalami kerugian sebesar 72 milyar rupiah.
Peranan masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah kabut asap. Masyarakat dihimbau tidak membakar sampah di hutan dan membuang puntung rokok sembarangan. Pemerintah juga harus menindak tegas para pembakar hutan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Apabila itu tidak diwujudkan dalam aksi dan dilewatkan begitu saja, udara bersih yang kita inginkan tidak akan terwujud, semua masalah kabut asap ini adalah tugas yang harus kita selesaikan saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar