Pertamina Akan Ganti Premium dengan Pertalite
Tahun ini pemerintah akan mengganti bahan bakar
premium dengan pertalite per bulan maret 2015. Penggantian ini telah disetujui
oleh menteri SDM dan pihak pertamina. Penggunaan pertalite jauh lebih efisien
dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan penggunaan premium. Hal ini
dikarenakan pertalite mengandung kadar Ron yang lebih baik. Tak hanya itu,
pertalite juga memiliki kadar oktan yang berkisar antara 90 hingga 91, atau
berada diantara produk premium yang memiliki kadar oktan 88 dan pertamax di
level 92. Hal ini akan menghasilkan pembakaran yang sempurna pada kinerja mesin
mobil, sehingga mesin akan menjadi optimal dan awet.
Pemerintah hingga kini masih bingung dalam menentukan
margin keuntungan dalam penjualan pertalite ini. Diperkirakan margin
keuntungannya akan mendekati margin keuntungan pada pertamax, yaitu di kisaran
Rp 375 per liter.
Rencananya pemerintah akan mengganti semua premium
dengan cara bertahap, saat ini mereka telah melakukan uji coba di wilayah
Jawa, Madura, dan Bali. Untuk kawasan
pinggiran dan jalur transportasi barang, dilajur-jalur antar propinsi tetap
disalurkan BBM jenis premium. Jenis Premium juga diperuntukkan nagkot dan
mikrolet, serta transportasi umum yang lain. Harapannya, dua tahun kedepan
Indonesia sudah terbebas dari BBM dengan Oktan Rendah, seperti dinegara-negara
eropa pada umumnya.
Alasan Pemerintah Menghapus BBM Jenis Premium Dan
Menggantinya Dengan Pertalite sebagai berikut :
- Memperbaiki tata-kelola Migas, karena selama ini Pertamina memiliki ketergantungan ketergantungan dengan tender dari luar negeri. Karena harus diolah (Blending) diluar negeri. Sehingga harus impor untuk mendapatkan BBM jenis premium
- Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa nilai Oktan pada BBM jenis Premium yang digunakan selama ini terpaut tiga angka dari pertalite yang akan menjadi ganti. Hal ini dianggap, penggunaan pertalite dengan oktan kisaran 90-91 lebih baik dan lebih optimal dalam proses pembakaran kendaraan.
- Selain kedua alasan tersebut, BBM Jenis Baru (pertalite) lebih ramah lingkungan. karena, proses pembakaran yang lebih optimal, dapat meminimalisir emisi gas yang dibuang, dan tentunya mencegah pencemaran lingkungan
Untuk masalah harga pertalite memang lebih
mahal daripada BBM jenis Premium, namun tetap dibawah pertamax yang
memiliki NOR kisaran 92, dan Pertamax Plus dengan NOR 95. hal ini
dikarenakan pertalite tidak memiliki sibsidi dari pemerintah. Dengan
alasan ini pula, penghapusan BBM jenis Premium juga dianggap tidak butuh
persetujuan dari DPR.
sumber : news.liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar