Selasa, 24 Januari 2017

teks eksposisi oleh Farhah Isna F



Pertamina Akan Ganti Premium dengan Pertalite

Tahun ini pemerintah akan mengganti bahan bakar premium dengan pertalite per bulan maret 2015. Penggantian ini telah disetujui oleh menteri SDM dan pihak pertamina. Penggunaan pertalite jauh lebih efisien dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan penggunaan premium. Hal ini dikarenakan pertalite mengandung kadar Ron yang lebih baik. Tak hanya itu, pertalite juga memiliki kadar oktan yang berkisar antara 90 hingga 91, atau berada diantara produk premium yang memiliki kadar oktan 88 dan pertamax di level 92. Hal ini akan menghasilkan pembakaran yang sempurna pada kinerja mesin mobil, sehingga mesin akan menjadi optimal dan awet.

Pemerintah hingga kini masih bingung dalam menentukan margin keuntungan dalam penjualan pertalite ini. Diperkirakan margin keuntungannya akan mendekati margin keuntungan pada pertamax, yaitu di kisaran Rp 375 per liter.

Rencananya pemerintah akan mengganti semua premium dengan cara bertahap, saat ini mereka telah melakukan uji coba di wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Untuk kawasan pinggiran dan jalur transportasi barang, dilajur-jalur antar propinsi tetap disalurkan BBM jenis premium. Jenis Premium juga diperuntukkan nagkot dan mikrolet, serta transportasi umum yang lain. Harapannya, dua tahun kedepan Indonesia sudah terbebas dari BBM dengan Oktan Rendah, seperti dinegara-negara eropa pada umumnya.  

Alasan Pemerintah Menghapus BBM Jenis Premium Dan Menggantinya Dengan Pertalite sebagai berikut :

  1. Memperbaiki tata-kelola Migas, karena selama ini Pertamina memiliki ketergantungan ketergantungan dengan tender dari luar negeri. Karena harus diolah (Blending) diluar negeri. Sehingga harus impor untuk mendapatkan BBM jenis premium
  2. Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa nilai Oktan pada BBM jenis Premium yang digunakan selama ini terpaut tiga angka dari pertalite yang akan menjadi ganti. Hal ini dianggap, penggunaan pertalite dengan oktan kisaran 90-91 lebih baik dan lebih optimal dalam proses pembakaran kendaraan.
  3. Selain kedua alasan tersebut, BBM Jenis Baru (pertalite) lebih ramah lingkungan. karena, proses pembakaran yang lebih optimal, dapat meminimalisir emisi gas yang dibuang, dan tentunya mencegah pencemaran lingkungan
Untuk masalah harga pertalite memang lebih mahal daripada BBM jenis Premium, namun tetap dibawah pertamax yang memiliki NOR kisaran 92, dan Pertamax Plus dengan NOR 95. hal ini dikarenakan pertalite tidak memiliki sibsidi dari pemerintah. Dengan alasan ini pula, penghapusan BBM jenis Premium juga dianggap tidak butuh persetujuan dari DPR.

sumber : news.liputan6.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar